Abstract


Terapi musik adalah keahlian menggunakan musik untuk meningkatkan, mempertahankan dan mengembalikan kesehatan mental, fisik, emosional, dan spiritual. Sedangkan depresi adalah gangguan suasana perasaan (mood), pada lansia sering ditunjukkan dalam bentuk pikiran agitatif, ansietas, atau penurunan fungsi kognitif. Adapun faktor pencetus depresi pada lansia antara lain adalah faktor biologik, psikologik, stess kronis, penggunaan  obat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Terapi Musik terhadap Depresi pada pasien lansia. Karena banyak lansia di di Instalasi Psikogeriatri. Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang yang mengalami depresi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian non randomized pretest-posttest experiment group design yang merupakan rancangan eksperimen dengan melakukan pengukuran sebelum dan setelah perlakuan. Hipotesis yang diajukan adalah pengaruh Terapi Musik Mozart terhadap Depresi pada pasien lansia di Instalasi Psikogeriatri RSJ. Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang. Variabel bebasnya adalah Terapi Musik, sedangkan variabel tergantungnya adalah Depresi. Populasi penelitian ini sejumlah 30 orang lanjut usia, dengan sampel sebanyak 20 orang. Hasil uji T-test: Paired Sample didapatkan p-value 0,0003 lebih kecil alpha 5% (p<0,05) artinya ada pengaruh Terapi Musik Terhadap Penurunan Tingkat Depresi Pada pasien lansia di Instalasi Psikogeriatri RSJ Dr.Radjiman Wediodiningrat Lawang, dimana tingkat depresi pada pasien lansia setelah dilakukan terapi musik menjadi lebih ringan. Terapi musik Mozart dapat digunakan sebagai alternatif dalam pemberian terapi non farmakologi pada lansia yang mengalami depresi. Peneliti menyarankan kepada perawat gerontik untuk menggunakan musik Mozart dalam terapi depresi pada lansia.

Keywords


Kata kunci: Depresi, Lansia, Terapi musik