Abstract
Penyalahgunaan Napza merupakan permasalahan dunia. Tingginya kasus penyalahgunaan napza di Indonesia, menjadikan Indonesia sebagai negara krisis Narkoba. Rehabilitasi Napza merupakan upaya yang dilakukan pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi masalah penyalahgunaan Napza. Keberhasilan upaya rehabilitasi ditentukan oleh banyak faktor, salah satunya kemampuan seseorang dalam menghadapi dan bertahan terhadap kesulitan/tantangan (adversity quotient). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan adversity quotient dan sikap penyalahgunaan napza dengan kejadian relapse. Penelitian menggunakan metode cross sectional dengan desain causal correlation research. Hasil penelitian ditemukan ada hubungan antara sikap penyalahgunaan napza dengan kejadian relapse, sedangkan adversity quotient dinyatakan tidak berhubungan dengan kejadian relapse.