Abstract
Skizofrenia merupakan salah satu penyakit gangguan jiwa yang disertai dengan rendahnya daya tilik diri. Kondisi ini menyebabkan mereka tidak menyadari sedang mengalami gangguan jiwa yang membutuhkan pengobatan dan perawatan yang berkelanjutan. Pengobatan dan perawatan yang berkelanjutan memberikan dampak yang besar terhadap kondisi mental pasien. terkadang membuat mereka menjadi membutuhkan Ketidak teraturan minum obat bahkan putus obat sering ditemukan pada penderita skizofrenia. Hal ini lah yang menyebabkan kejadian kekambuhan masih tinggi dan membuat keluarga memutuskan untuk melakukan tindakan pemasungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap orang dengan skizofrenia yang pernah mengalami pemasungan terhadap pengobatan. Dengan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 30 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi berpartisipasi dalam penelitian ini. Instrumen dalam penelitian ini terdiri dari kuesioner data demografi, kuesioner pengetahuan tentang obat dan kuesioner sikap terhadap obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 18 orang responden (60,0%) mempunyai pengetahuan yang kurang tentang pengobatan dan 19 orang responden (63,3%) mempunyai sikap yang negative terhadap pengobatan. Uji statistik dengan menggunakan Chi-square memperlihatkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap pengobatan pada orang dengan skizofrenia yang pernah mengalami pemasungan (X2 = 18,76; p = 0,000). Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan yang kurang tentang pengobatan berdampak pada sikap yang negative sehingga pasien sering menunjukkan ketidakpatuhan pada pengobatan. Hal inilah yang merupakan salah satu pemicu terjadinya kekambuhan. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan tentang manfaat dan pengelolaan efek samping obat sangat dibutuhkan oleh penderita skizofrenia setelah menjalani pemasungan.
Keywords
pengetahuan, sikap, skizofrenia, pasung