Abstract


Terapi seni merupakan inovasi intervensi keperawatan untuk meningkatkan keterampilan sosial, membangun kepercayaan diri dan meningkatkan harga diri. Tujuannya menganalisis seberapa besar pengaruh harga diri pasien skizoprenia setalah diberikan pelatihan terapi seni di lembaga perawatan sosial di Bina Laras Harapan sentosa 1 Cengkareng. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimental tanpa kelompok kontrol pada 20 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah estimasi untuk menguji hipotesis terhadap rata-rata dua populasi independen (penilaian klinis). Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan paired sample T test. Hasil tes statistik menunjukkan bahwa ada efek terapi Seni membuat gelang pada peningkatan nilai harga diri pada pasien Schizophrenia (Pvalue = 0,00, <α = 0,05). Terapi seni dapat digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan harga diri pasien Schizophrenia, karena mereka dapat menyalurkan kreativitas mereka, menghasilkan karya seni, bekerja sama satu sama lain, dan dapat mengisi waktu luang pasien di lembaga perawatan sosial.


Keywords


Harga diri, schizophrenia, terapi seni