Abstract
Prevelensi penyakit gagal ginjal semakin tahun meningkat. Ketergantungan pasien terhadap mesin hemodialisa menyebabkan perubahan peran, perubahan pekerjaan, kehidupan ekonomi, dan kehidupan sosial. Berdasarkan hal tersebut membutuhkan suatu proses dalam penerimaan diri. Proses penerimaan diri pada penderita gagal ginjal kronik dengan menjalani hemodialisa akan melalui 5 fase penerimaan diri yaitu denial, angry, bargainning, depresi, acceptance, dan selama proses penerimaan diri ini berlangsung membutuhkan adanya waktu dalam menerima. Mengetahui respon penerimaan diri pasien gagal ginjal kronik dengan menjalani hemodialisa di RS PKU Muhammadiyah Gombong. Metode penelitian non eksperimen dengan menggunakan desain rancangan penelitian deskriptif kuantitatif, pada 153 responden yang mempunyai penyakit gagal ginjal kronik. Pengambilan sampel diambil menggunakan total sampling. Dengan instrumen kuesioner dan data dianalisis menggunakan uji analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan dari 153 pasien, proses penerimaan dirinya baik sejumlah 88 responden (57,5%), sedangkan pasien penerimaan diri kurang baik 65 responden (42,5%), sebanyak 61 responden (42,5%) membutuhkan waktu untuk menerima diri paling banyak 3 bulan. Respon penerimaan diri pada pasien gagal ginjal kronik dengan menjalani hemodialisa yang paling banyak yaitu respon penerimaan diri baik dan dengan kurun waktu untuk dapat menerima 3 bulan. Hasil direkomendasikan untuk peneliti selanjutnya melihat analisis faktor respon penerimaan diri dari penderita gagal ginjal kronik yang menjalani hemnodialisa.