Abstract


Setiap individu yang bertambah usia akan semakin banyak mengalami berbagai penurunan fungsi terutama bagi lansia mulai dari fisik, psikologis, sosial dan lingkungan  yang mempengaruhi kualitas hidup lansia, hal tersebut penting dalam memastikan lansia hidup dengan baik disertai perawatan dan dukungan hingga kematian. Faktor yang mempengaruhi kualitas hidup lansia adalah tingkat kemandirian yang mampu mempertahankan harga diri lansia sehingga meningkatkan kebahagiaan dan kepuasan dalam diri lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kemandirian dengan kualitas hidup lansia di UPTD PSRLU dan Makam Pahlawan Ciparay.  Metode penelitian ini menggunakan deskriptif korelatif dengan sampel sebanyak 60 lansia menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Indeks Barthel dan Older People Quality Of Life (OPQOL). Analisa bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan setengahnya (50%) ketergantungan sedang dan sebagian besar (56,7%) memiliki kualitas hidup baik. Hasil uji spearman rank didapatkan  p-value 0.003 sehingga disimpulkan terdapat hubungan antara tingkat kemandirian dengan kualitas hidup lansia. Oleh karena itu panti seharusnya mampu membantu lansia sesuai dengan tingkat kemandirian dalam memenuhi kebutuhnnya agar kualitas hidup lansia dapat tetap terjaga dengan baik dan lebih meningkatkan keterlibatan aktif lansia dalam berbagai kegiatan yang diadakan oleh panti agar tetap memiliki makna hidup yang lebih berarti dan bermakna.

Keywords


Kemandirian, Kualitas Hidup dan Lansia