Abstract


Gangguan jiwa membutuhkan waktu yang lama dalam proses penyembuhannya sehingga dibutuhkan dukungan dari keluarga. Keluarga merupakan pendukung utama selama dirumah sakit maupun dirumah.Perawatan pasien dirumah sangat terbantu dengan tersedianya informasi dan dukungan yang cukup kepada keluarga terkait pasien yang diberikan melalui discharge planning. Discharge planning harus dilakukan dengan komunikasi yang baik dan terarah sehingga pasien dan keluarga mendapatkan pemahaman yang baik ketika telah pulang kerumah. Kekambuhan meningkat disebabkan karena kurangnya dukungan dan perawatan dari keluarga terhadap pasien gangguan jiwa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui evaluasi penerapan discharge planning pada keluarga dengan pasien gangguan jiwa di kota Banda Aceh. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan cross sectional. Teknik pengumpulan data menggunakan random sampling dengan metode cluster random samplingdengan jumlah sampel sebanyak 42 responden. Pengumpulan data dilakukan di Kecamatan Baiturrahman, Syiah Kuala, dan Kuta Alam. Alat ukur menggunakan kuesioner evaluasi penerapan discharge planning pada keluarga pasien gangguan jiwa yang terdiri dari 16 pertanyaan dengan nilai nilai Cronbach Alpha 0,92. Analisa data menggunakan analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi penerapan dischargeplanning pada keluarga pasien gangguan jiwa berada pada kategori dilakukan sebanyak 28 (66,7%) danĀ  tidak dilakukan sebanyak 14 (33,3%). Dapat disimpulkan bahwa evaluasi penerapan discharge planning pada keluarga dengan pasien gangguan jiwa berada pada kategori baik. Direkomendasikan bagi perawat Rumah Sakit Jiwa Aceh agar dapat dijadikan sebagai acuan dan informasi tentang evaluasi penerapan dischargeplanning pada keluarga pasien gangguan jiwa sehingga perawat dapat meningkatkan peran dalam memberikan informasi pada saat pasien akan dipulangkan kerumah terutama kepada keluarga.

Mental disorders require a long time in the process of healing needed support from the family. The family is the main support during the hospital as well as at home. Patient care at home is greatly helped by the availability of adequate information and support to families related to patients provided through discharge planning. Discharge planning must be done with good and directed communication so that patients and families get a good understanding of the compilation must go home. Recurrence increases due to lack of support and care from the family of mental disorder patients.The purpose of this reseach was to determine the evaluation of the application of discharge planning in families with mental disorder patients in the city of Banda Aceh. This type of research is quantitative with a descriptive design and cross sectional approach. Data collection techniques using random sampling with cluster random sampling sampling method with a sample size of 42 respondents. Data collection was carried out in the districts of Baiturrahman, Syiah Kuala and Kuta Alam. Measuring instruments using questionnaires evaluating the application of discharge planning in families withmental disorder patients consisting of 16 questions with a Cronbach Alpha value of 0.92. Data analysis uses univariate analysis. The results showed that the evaluation of the application of discharge planning in families of mental disorder patients was in the category of 28 (66.7%) and 14 (33.3%) were not done. It can be concluded that the evaluation of the application of discharge planning in families with mental disorder patients is good. It is recommended for nurses in Aceh Mental Hospital to be used as a reference and information about evaluating the application of discharge planning to families of mental disorder patients so that nurses can increase their role in providing information when patients are sent home, especially to families.


Keywords


discharge planning; keluarga; pasien gangguan jiwa; family; mental disorder patients